>

almukminVISI

Terbentuknya generasi muslim yang siap menerima dan mengamalkan Islam  secara kâffah (universal)

 

MISI

  1. Mencetak kader Ulama dan cendekia muslim yang ˋAmilin Fi Sabîlillâh.
  2. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan da’wah secara independen dan bertanggungjawab kepada umat melalui YPIA.
  3. Melaksanakan proses pembelajaran secara integral dalam satu kepemimpinan Mudirul Ma’had.

TUJUAN

  1. Lahirnya Ulama dan cendekia yang ˋAmilin Fi Sabîlillâh.
  2. Lahirnya generasi yang siap menerima dan mengamalkan Islam secara kaffah (universal)

 

SASARAN

Terbentuknya generasi muslim yang berciri khas:

  1. Salîmu`l ̀Aqidah (Generasi yang bertauĥîd)
  1. Shahîhu`l ̀Ibadah (Generasi yang mampu beribadah benar)
  1. Matînu`l Khulûq (Generasi yang berakhlak mulia)
  1. Mutsaqofu`l Fikri (Generasi yang berwawasan luas)
  1. Qawiyu`l Jismi (Generasi yang kuat jasmani)
  1. Qâdiran ‘Alal Kasbi (Generasi yang mandiri)
  1. Nafi’an Linnafsi wa lighoiri (Generasi yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain)
  1. Mujâhidan Lidînih        (Generasi yang sanggup mengerahkan potensi untuk agamanya)

رواه أحمد والطبرانى من حديث أبى أمامة قال : لما كان في حجة الوداع قال النبي e : خذوا العلم قبل أن يقبض أو يرفع، فقال أعرابى : كيف يرفع ؟ فقال : ألا إن ذهاب العلم ذهاب حملته

dari Abu Umamah r.a, Rasululloh e  bersabda : “Pelajarilah ilmu sebelum ia dipunahkan atau diangkat.’ Kemudian bertanyalah seorang Badui: “Bagaimana ilmu itu diangkat?' Jawab Baginda e : ‘Ketahuilah, bahwa punahnya ilmu itu dengan punahnya Ulama (orang yang menguasai ilmu tersebut )

Hadis di atas merupakan penegasan bahwa umat Islam diperintahkan mempergunakan kesempatan untuk mengambil, memelihara, dan melestarikan ilmu, sebelum ilmu tersebut hilang dan dicabut, yaitu wafatnya para pemilik/ pembawa ilmu yakni para ulama.

SEJARAH SINGKAT AWAL BERDIRI

Almukmin Berdirinya Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin bermula dari adanya kegiatan pengajian selepas zuhur di masjid Agung Surakarta. Selanjutnya para da’i dan mubaligh mengembangkan bentuk pengajian tersebut dengan mendirikan Madrasah Diniyah di jalan Gading Kidul 72 A Solo.  Perkembangan Madrasah ini cukup pesat karena diantaranya didukung oleh media massa yaitu Radio Dakwah Islam (RADIS) Surakarta pada saat itu. Dinamika madrasah yang menggembirakan tersebut, selanjutnya mengilhami para mubaligh untuk menggagas dengan mengasramakan para santri ke dalam sebuah wadah berbentuk lembaga pendidikan pondok pesantren.